• Kategori

  • Archive

  • Translator

  • Free counters!
  • Anda yang ke :

Kenapa Kelelawar Tak Menabrak Pohon … ???

Selama bertahun-tahun, ahli saraf Universitas Brown James Simmons membuat dokumentasi perburuan mangsa oleh kelelawar dengan terbang berkelompok atau secara individu. Satu pertanyaan yang ingin ia jawab, kenapa kelelawar tak pernah menabrak benda yang dilaluinya atau menabrak kawannya?

“Bagaimana mereka bisa melakukannya?” kata Simmons. Setelah serangkaian percobaan inovatif yang dirancang menyerupai hutan lebat, Simmons dan rekan-rekan di Brown dan di Jepang menemukan cara kelelawar mahir menghindari objek nyata atau objek yang dirasakan.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences edisi awal, para ilmuwan melaporkan kelelawar memancarkan frekuensi suara yang mendeteksi gerakan dan hambatan sekitar. Mereka menemukan kelelawar membuat template mental dari setiap siaran dan gema untuk membedakan pantulan echo benda satu dengan lain.

Penelitian ini penting untuk desain sistem sonar radar yang lebih baik dengan memanfaatkan kemampuan alami kelelawar. Kelelawar memiliki kemampuan menggunakan gema sebagai pengidentifikasi objek tak kelihatan.

Para peneliti ini menyusun jaringan rantai dari langit-langit ke lantai. Mereka menguji kemampuan kelelawar cokelat besar pada berbagai jalur penerbangan dan mengubah kondisi jala dengan cepat.

Mikrofon radio mini dilekatkan pada kepala kelelawar untuk merekam suara mereka. Mikrofon lainnya ditempatkan di ruangan pencatat gema. Gerakan kelelawar difilmkan dengan kamera resolusi tinggi.

Tim segera sadar kelelawar dihadapkan dengan gema tumpang tindih. Itu bisa menciptakan kebingungan mencari lokasi hambatan dan bisa memproduksi benda tidak nyata. “Ketika ada banyak hambatan dalam lingkungan, kelelawar memancarkan suara dengan cepat,” kata Mary Bates, mahasiswa paska sarjana tahun keempat di Brown. “Itu tidak bisa menunggu suara lain kembali sebelum memperbarui citra.”

Kelelawar mengatasi kebingunan ini dengan membuat sebuah template, atau mental sidik jari, berdasarkan pancaran suara dan gema. Dengan cara itu, kelelawar hanya perlu sedikit mengubah frekuensi dari siaran untuk membuat echo template yang tak sesuai aslinya. Tim menemukan kelelawar mengubah pancaran frekuensi tak lebih dari 6 Kilohertz.

“Mereka sudah berevolusi, sehingga mereka bisa terbang dalam kekacauan,” kata Simmons, profesor ilmu syaraf. “Kalau tidak, mereka akan menabrak pohon dan cabang.”

(Sumber: tempointeraktif .com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: